Minggu, 03 Juli 2011

MUSEUM BANK INDONESIA

(Juni 2011)
Museum Bank Indonesia
Berpetualang di Museum, part 1

Museum Bank Indonesia, kira-kira apa yang kita fikirkan bila mendengar nama tempat tersebut? Apakah sebuah bank yang dimuseumkan? Atau mungkin segalanya tentang uang di Indonesia? Apapun bayangan kita, yang jelas ketika masuk ke dalam museum ini tidak akan ada kata menyesal, bener deh! Tapi seseru apa sih? Yuk kita simak,.

Bank Indonesia merupakan bank sentral yang secara langsung memberikan dampak pada perekonomian di masyarakat. Didirikan pada tanggal 1 Juli 1953, Bank Indonesia merupakan perpanjangan dari De Javasche Bank (DJB) yang didirikan pada tahun 1828. Saat ini, gedung yang dahulu digunakan oleh DJB dan Bank Indonesia tidak digunakan lagi untuk proses perbankan. Pemerintah telah menetapkan bangunan tersebut menjadi bangunan cadar budaya sehingga nilai historisnya yang tinggi bisa tetap terjaga. Dibuka pada pukul 08.00 pagi, bangunan yang kini kita sebut dengan Museum Bank Indonesia menyajikan segudang informasi menarik yang dikemas dalam bentuk cyber museum. Pembahasan tentang perjalanan Bank Indonesia dalam bidang kelembagaan, moneter, perbankan dan sistem pembayaran hingga pengetahuan tentang undang-undang yang berlaku dari waktu ke waktu, bisa kita dapatkan dengan senang hati. Langkah pertamanya yaitu dengan menjejakan kaki di Museum bank Indonesia.

Museum Bank Indonesia terletak di Jl. Pintu Besar Utama No.3 Jakarta Barat-Indonesia. Bisa kita hubungi di nomor telepon (6221) 2600158 Ext.8111,8102,8100 Up: Gede Aryana, Fax. 62-21-2601730 dan Emailnya adalah museum@bi.go.id. Websitenya bisa dilihat di http://www.bi.go.id. Museum ini dibuka tiap Selasa-Minggu, sedangkan hari Senin dan hari libur nasional museum ditutup.



Untuk masuk ke dalam Museum ini, kita tidak perlu membayar sepeserpun alias gratis. Cukup mengisi buku tamu, kita bisa menjelajah kedalam museum yang luas, apik, sejuk dan penuh kreatifitas. Saat berada di resepsionis, kita akan dipandu untuk menyimak ilmu apa yang bisa kita dapat dengan bantuan soal-soal yang harus diisi. Jumlah soal hanya 5, bentuknya multiple choice dan semua jawabannya ada di dalam museum secara berurutan, membuat kita seperti menjelajah sambil membawa peta harta karun yang berisi teka-teki untuk dipecahkan.

Kita akan memulai petualangan dengan memasuki lorong 3 dimensi, dimana terdapat uang-uang berbagai nilai berjatuhan dan menunggu untuk ditangkap dengan menggunakan bayangan kita. Peluk saja uang itu di dinding 3 dimensi dan hup! Uang pun pecah dan berubah menjadi informasi tentang sejarah dan nilai uang yang telah kita tangkap.

Setelah puas menangkap uang, kita akan memasuki theater area yang filmnya bisa dinikmati sesuai jadwal. Setelah itu kita akan tiba di area sejarah uang. Langkah pertama memasuki area ini, kita akan disambut oleh nuansa samudera lengkap dengan suara gemuruh ombaknya, dimana terdapat objek-objek berupa kapal dan barang muatan visualisasi dari sejarah awal jual-beli di dunia yaitu tukar-menukar barang (barter). Di Indonesia, sistem barter yang bernilai sama antar objek sangat dibutuhkan terutama untuk jual-beli rempah-rempah, masih ingat kan bagaimana peran Indonesia pada zaman VOC? Waw, belajar sejarah lagi ni :D

Dalam area sejarah, kita bisa mengetahui alasan mengapa uang diciptakan, uang dengan nilai intrinsik dan numerik, hingga pembentukan bank di Indonesia dan segala perubahannya. Bahkan ternyata, bank Indonesia sendiri telah mengalami belasan kali penggantian logo. Semuanya bisa kita lihat pada pajangan-pajangan dengan material keras yang tersusun rapih. Terdapat pula patung-patung dan miniatur-miniatur pembangunan yang dibuat untuk membantu kita dalam membayangkan bagaimana keadaan perbankan dari zaman sebelum kemerdekaan di Indonesia, mulai dari kependudukan Belanda, Mengenal Oktroi 1-8, Kependudukan Jepang, hingga masa yang sekarang.

Singkat cerita mengenai oktroi: Gagasan pembentukan bank memang sudah ada sejak lama, namun baru mulai diwujudkan ketika Raja Willem I menerbitkan Surat Kuasa yang berisikan wewenang kepada Pemerintah Hindia-Belanda untuk membentuk suatu bank berdasarkan wewenang khusus berjangka waktu atau lazim disebut Octroy (dalam tulisan sebenarnya). Oktroi menjadi ketentuan dan pedoman bagi De Javanesche Bank dalam menjalankan usahanya. Berbicara tentang Oktroi, ternyata lambangnya sungguh menarik, yaitu tameng berhiaskan pedang yang diapit oleh dua singa yang juga memegang pedang. Benar-benar cerminan made in luar negeri. Selain itu, nama Raja Willem ternyata terkenal di Jakarta, terbukti dari beberapa museum yang ada, nama raja itu selalu ditemukan, seperti di Balai Seni Rupa (Museum Seni dan Keramik), maklumlah ya, namanya juga Raja :D

Balik lagi ke isi museum, dari tulisan yang dipajang, kita bisa mengetahui bagaimana keadaan politik dan peperangan bisa sangat mempengaruhi stabilitas ekonomi. Disebutkan bahwa krisis moneter terjadi karena saham dan tukar menukar valuta asing berjalan dengan sangat tidak stabil, nilai mata uang Indonesia turun hingga Rp.16.500,-. Kebijakan pun akhirnya dikeluarkan pada tanggal 29 Mei 1993 dalam upaya menyelamatkan perekonomian Indonesia, tapi tentu dengan kekurangan dan kebaikan yang bisa terjadi. Hingar bingarnya kerusuhan akibat kemerosotan ekonomi tergambarkan pada dipan-dipan sepanjang langkah mengakhiri area sejarah uang di Indonesia.

Memasuki area bentuk-bentuk uang, kita akan melihat ribuan uang terpajang dalam kelompoknya masing-masing. Pada deretan mulai dari pintu masuk area, terdapat uang-uang berukuran kecil tapi dibuat dari emas asli dan logam-logam murni lainnya, sehingga nilai numerik uang ini sama dengan nilai intrinsiknya pada zaman tersebut. Kebanyakan dari uang-uang ini dipajang lengkap dengan loop atau kaca pembesarnya untuk memudahkan kita menganalisa. Bila kita detail memperhatikan setiap pajangan, kita akan menemukan uang lembaran dengan tulisan dalam 4 bahasa, yaitu Cina, Arab, Belanda dan Indonesia.

Pada sudut yang lain dalam ruangan, kita bisa melihat mata uang dari negara-negara lain di seluruh dunia dengan cara menarik rak-rak bening yang sudah tersusun rapih dengan pencahayaan yang memadai. Untuk diketahui, berfoto di dalam museum ini diizinkan, tapi tidak boleh menggunakan blitz pada area-area tertentu, termasuk dalam area ini karena uang kuno memiliki kerentanan tersendiri saat terkena cahaya blitz.

Puas memasuki area bentuk-bentuk uang, kita bisa duduk sejenak di atas bangku berbentuk uang logam token (tengahnya berlubang) yang cukup menampung beberapa orang saja. Setelah beristirahat, kita bisa melanjutkan perjalanan menuju ruang tempat penyimpanan emas, tapi emasnya hanya replika, hehe. Anyway, untuk kita yang mempunyai minat besar pada sejarah dan wawasan yang luas, bila merasa belum cukup puas dengan informasi yang dipajang, kita bisa menggali lebih dalam tentang informasi dari berbagai zaman beserta gambarnya dari setiap monitor komputer yang disediakan di berbagai tempat dalam museum ini. Penggunaan monitor ini mudah, ada yang berbentuk slide, ada pula yang berbentuk film. Menarik dan sangat bermanfaat.

Selain isi museum yang memang dirancang sebagai pusat informasi, bangunan ini juga mempunyai arsitektur berkelas. Disuatu lorong bisa kita temukan ukiran kaca sosok Hermes (salah satu dewa Yunani) yang juga akan kita temui patungnya di Museum Sejarah Jakarta (Fatahilah). Sepertinya dewa yang satu ini termasuk dewa favorit pada zaman itu, mungkin karena sosoknya merupakan simbol dari gairah dan kemenangan kali ya :D

Kedepannya dalam waktu dekat, Museum Bank Indonesia akan mengembangkan sistem audio pada setiap objek yang telah ditandai, sehingga kita bisa mendapatkan informasi dengan lebih seksama, seperti sedang dipandu oleh seorang guide. Memang, cyber museum kita yang satu ini betul-betul hebat dan terus maju. Pesannya, kemanapun kita pergi, terutama ke tempat-tempat bersejarah, tolong jaga kebersihan ya, jangan buang sampah sembarangan dan jangan corat-coret sembarangan. Jangan merusak yang bukan haknya dan jangan asal mencela yang tidak dimengerti. Oke, yuk kita rame-rame datang berkunjung ke museum!

Untuk dikenang bagi penulis:
Museum Bank Indonesia benar-benar nyaman untuk dikunjungi, informasinya lengkap dan penyajiannya tidak membuatku bosan. Aku senang karena selain sejarah bank dan perkembangan masalah uang di Indonesia, literatur lainnya seperti kejadian zaman perang dan tokoh-tokoh pahlawan daerah juga ada didalamnya. Keindahan museum ini tidak hanya terletak pada bangunannya yang terawat tapi juga pada detail mata uangnya. Beberapa desain yang telah diciptakan oleh DJB dan BI kiranya telah mencakup kebudayaan yang ada di Indonesia. Semoga kedepan, Museum Bank Indonesia dan Bank Indonesianya sendiri terus dipegang oleh tangan-tangan yang jujur dan memperhatikan masyarakat. Semoga tidak ada lagi masalah ekonomi yang demikian terpuruk menimpa lagi pada bangsa ini. Amin :D

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk yang membaca.
Salam hangat,
true.ewi@gmail.com

Tambahan Literatur:
Situs Resmi Bank Sentral Republik Indonesia.

Minggu, 17 April 2011

Brownies Coklat


April 2011
ewi’s Recipee :)
My Chocolate Brow-nies
Bahan:
Gula pasir 2 cangkir
Telur 4 butir
Tepung terigu 1,5 cangkir
Cokelat bubuk tiga perempat cangkir
Susu bubuk putih setengah cangkir
Vanili seperempat sendok teh
Garam seperempat sendok teh
Minyak goreng 1 cangkir

Pelengkap:
Keju batangan ukuran kecil

Brow-nies fresh from thw oven
Cara membuat:
1.       Campur gula pasir dan telur dalam wadah, kocok mixer dengan kecepatan tinggi hingga rata dan mengembang (kira-kira lah)
2.       Turunkan kecepatan terendah dan masukan tepung terigu, cokelat bubuk, susu bubuk, vanili, dan garam hingga semuanya teraduk rata. Bisa dicicipi sedikit, bila ada yang kurang rasanya, bisa ditambahkan saat itu
3.       Matikan mixer, masukan minyak goreng, lalu aduk dengan kaki mixer atau spatula plastik yang buat kue itu (lupa apa namanya) hingga rata
4.       Masukan potongan keju berbentuk dadu (sesuai selera), aduk kembali
5.       Masukan ke loyang yang sudah dilumuri minyak goreng dan ditabur tepung
6.       Panggang di oven suhu 180 derajat selama 40 menit (pada 20 menit pertama, keluarkan loyang dari oven, beri taburan keju dan bahan lainnya-anything you like- ke atas adonan yang baru setengah matang, lalu masukan lagi ke dalam oven)
7.       Cek kematangan brownies dengan tusuk gigi, tunggu dingin sebentar, potong-potong, lalu siap disajikan :)

Tips dan trik tambahan:
  1. Keju bisa dihilangkan atau digantikan dengan bahan lain sesuai selera. Bila ingin lebih manis, bisa memakai taburan meises atau choco chips.
  2. Pilih bahan-bahan yang mutunya baik, cokelat bubuk dan susu bubuk yang rasanya enak.
  3. Usahakan untuk tidak memakai telur yang sudah masuk kulkas. Bilapun terlanjur, biarkan telur selama beberapa saat hingga rasa dinginnya hilang.
  4. Jangan memasukan taburan sejak awal memanggang karena bisa membuat taburan tersebut gosong.
  5. Cek brownies di dalam oven dengan menggunakan senter, bila matangnya tidak merata, 20 menit pertaman saat memberikan taburan, putar posisi loyang sehingga matangnya bisa merata.

Brow-nies and co-o-kies
Untuk dikenang penulis:
Resepnya didapat turun-menurun dari kakak perempuan sewaktu dulu. Bisa divariasikan menjadi brownies putih dengan memanfaatkan coklat putih dan keju. Aku pernah menjualnya dengan harga sangat murah saat acara sekolah dan kakakku marah-marah karenanya, sejak itu aku tahu bahwa brownies home made ini harganya mahal, hehe,. Kualitas menentukan harga lah :)

Salam hangat,
true.ewi@gmail.com

Pie buah


April 2011
ewi’s Recipee :)
My fruit Pi-e

Bahan Kulit:
Terigu 225 gram
Gula halus 50 gram
Mentega 125 gram
Kuning telur 2 butir
Air es 2 sendok makan
Garam seperempat sendok teh

Bahan Vla:
Susu cair 200 ml
Tepung maizena 3 sendok makan
Gula pasir 75 gram
Essence vanila 1 sendok teh

Bahan Isi:
Pakai potongan buah apa saja bolee, yang penting enak :)

Bahan Penutup:
Agar-agar putih seperempat bungkus
Gula pasir 1 sendok makan
Air 100ml


Fruit Pi-e dan Agar-agar buah
Cara membuat:
1.       Takar semua bahan kulit lalu masukkan semuanya ke dalam wadah (mangkok besar)
2.       Aduk rata pakai sendok kayu hingga rata dan bisa dibentuk
3.       Cetak sesuai bentuk yang diinginkan (disarankan memakai cetakan pie agar lebih tipis namun cantik dan tidak rapuh)
4.       Panggang di oven suhu 170 derajat selama 25-30 menit
5.       Sementara menunggu kulit matang, buat vla dengan mencampur semua bahan jadi 1 di dalam panci, nyalakan api kecil, masak hingga mendidih sambil terus diaduk (ga sampai 5 menit kok)
6.       Setelah vla jadi, kita bisa memasak agar-agar sesuai selera
7.       Setelah kulit matang, masukan vla sedikit-sedikit ke dalam kulit yang sudah dicetak seperti wadah, lalu beri potongan buah di atas vla, kemudian tutupi semua isi yang ada dalam wadah kulit dengan agar-agar yang sudah matang (masih cair)
8.       Diamkan sebentar hingga agar membeku atau bisa dimasukan ke dalam kulkas beberapa menit
9.       Tadaaa,. Selamat menikmati :)

Tips dan trik tambahan:
  1. Membuat kulitnya bisa divariasikan sesuai selera, bila ingin kulit tebal, maka buatlah lebih tebal dan dipanggang sedikit lebih lama. Bila ingin kulit yang bisa menampung isi (vla, buah dan agar) dalam porsi besar, maka buatlah kulit yang lebih tinggi/lebar.
  2. Bila sulit mengaduk dengan sendok kayu, pakai tangan yang sudah dicuci bersih saja, lebih praktis.
  3. Aku mengganti vanila essence dengan vanili, hehe,. Soalnya aku ga punya vanila essence. Ternyata tidak banyak pengaruh pada rasa. Enak-enak saja.
  4. Untuk kulit yang lebih lembut, bisa juga mengganti atau tambahkan sedikit butter atau bisa juga menggunakan pengembang kue.
  5. Vla, buah dan agar-agar saling berhubungan. Bila ingin vla manis, maka lebih baik buah atau agar-agarnya tidak terlalu manis. Untuk kemudahan, buatlah val seperti biasa kita membuat vla untuk pelengkap puding namun tidak terlalu encer. Untuk buah, kita bisa memakai fruit cocktail. Dan untuk agar-agar, buatlah seperti biasa kita membuat agar-agar untuk 1 porsi biasa (1 bungkus).
  6. Sisa dari fruit cocktail dan agar-agar bisa dicampur jadi satu dalam loyang agar-agar dan dimasukan ke dalam kulkas, bisa dimakan sebagai hidangan kedua :)
  7. Fruit pi-e bisa tahan cukup lama (3 hari), cukup masukan saja ke dalam kulkas bila ingin tetap segar. Hanya mungkin nanti agar-agarnya terlihat agak pecah.

                                                      Untuk dikenang penulis:
Sempat mencoba 2 resep pi-e dari sumber yang berbeda, bahan dasarnya sama saja, caranya juga sama. Awalnya terlihat ribet, namun bila sudah biasa, bisa selesai cepat dan memuaskan. Enak :)

Salam hangat,
True.ewi@gmail.com

Biskuit Coklat


April 2011
ewi’s Recipee :) 
My chocolate Co-o-kies

Bahan:
Mentega 100 gram
Gula halus 100 gram
Kuning telur 2 butir
Tepung terigu 165 gram
Cokelat bubuk 35 gram

Cara membuat:
1.       Takar semua bahan lalu masukkan semuanya ke dalam wadah (mangkok besar)
2.       Aduk rata pakai sendok kayu hingga rata dan bisa dibentuk
3.       Cetak sesuai bentuk yang diinginkan
4.       Beri taburan sesuai selera (choco chips, butiran gula warna-warni, anything you like)
5.       Tata di atas loyang yang sudah dilumuri minyak goreng dan ditabur tepung
6.       Panggang di oven suhu 160-180 derajat selama 25-35 menit
7.       Siap disajikan :)

Taburan bisa bervariatif
Tips dan trik tambahan:
  1. Semua bahan bisa dikreasikan sesuai selera, bila ingin lebih gurih, ganti beberapa sendok makan tepung terigu dengan susu bubuk putih. Tambahkan garam dan vanili sedikit (seperempat sendok teh).
  2. Bila ingin cookies menjadi lebih lembut, ganti atau tambahkan sedikit butter atau bisa juga menggunakan pengembang kue, atau tambah lagi takaran menteganya sedikit.
  3. Bila ingin rasa coklatnya lebih terasa, kurangi sedikit tepung terigunya, tambahkan sediki coklat bubuknya. Disarankan menggunakan gula halus, namun bila ingin sedikit sensasi, silahkan ganti sedikit gula halus dengan sedikit gula biasa.
  4. Bila sulit mengaduk dengan sendok kayu, pakai tangan yang sudah dicuci bersih saja, lebih praktis.
  5. Pakai cetakan yang praktis-praktis aja biar ga kelamaan dan membuat kita ga stress.
  6.  Taburan yang dipakai, semakin berwarna-warni, semakin menarik perhatian, terutama buat anak-anak.
  7. Cek tingkat kematangan cookies dengan menggunakan tusuk gigi, bila masih empuk, panggang lagi sebentar. Bisa juga dimasukan ke freezer bila ingin lebih dingin dan keras.

choco co-o-kies with choco chips
Untuk dikenang penulis:
Waktu pulang kerja di atas bus, seperti biasa ada tukang jualan buku masak sedang berpromosi dengan menaruh buku-buku di kursi penumpang. Iseng, aku buka tepat di halaman resep cookies, tak berlama, aku foto resepnya dengan kamera handphone dan kini resep tersebut aku kembangkan sendiri. Keisengan menuai sukses! Selamat mencoba :)



Salam hangat,
true.ewi@gmail.com

Minggu, 27 Maret 2011

GUNUNG GEDE

(Februari 2011)
Kemegahan Alam dari Puncak Gede
Bersenang-senang di Gunung, part 3
 
Gunung Gede adalah salah satu gunung jenis stratovolcano (gunung api komposit) yang menawan dengan luas 15.000 Ha. Terletak di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Provinsi Jawa Barat, dengan ketinggian 2958 Mdpl dan berada pada lintang 106°51' - 107°02' BT dan 64°1' - 65°1 LS. Suhu saat berada di puncak Gunung Gede rata-rata 18 °C dan di malam hari menjadi sekitar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun.


Pemandangan Kawah yang Menakjubkan
Gunung yang pernah meletus di tahun 1957 ini berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Ada enam pintu masuk ke dalam kawasan Taman Nasional ini, yaitu Cibodas, Gunung Putri, Bodogol, Cisarua, Selabintana dan Situgunung. Bagi para pendaki, gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas. Cara mencapai lokasi dari Jakarta menuju Bogor lalu ke Cibodas kurang lebih 100 Km dengan waktu tempuh 2,5 jam.


Awal Pendakian dari GPO
Perjalanan kita mulai dari posko Gede-Pangrango Organizer (GPO) Gunung Putri selepas makan siang, shalat dan pemanasan. Teriknya sinar matahari mengguyur langkah kaki melewati sawah dan ladang mendekati hutan Gunung Gede, dari sinilah perjalanan mendaki dimulai. Pedakian dibagi menjadi 3 grup, masing-masing 5-6 orang. Awalnya grup ini berjalan beriringan saling mengikuti di belakang, namun semakin jauh berjalan, grup mulai terpisah karena berbagai keadaan. Setiap Ha kenaikan, ada perasaan capek bercampur senang. Dalam pendakian disarankan untuk tidak terlalu banyak berhenti karena itu hanya menambah perasaan capek. Sekalipun harus sering berhenti, usahakan untuk tidak berhenti terlalu lama di setiap pendakian.

Surya Kencana Berhalaman Edelweis
Waktu menunjukkan pukul 18.00, grup 2 memutuskan untuk berhenti sejenak, air ukuran 1,5 liter sebanyak 3 buah dalam carier masing-masing ditambah bawaan lain bukanlah barang yang enteng. Belum sampai 5 menit duduk, keadaan mulai berubah. Seketika udara menjadi dingin dan kegelapan menyelimuti, membuat para pendaki harus mengeluarkan jaket tebal dan senter. Jujur saja, perasaan khawatir terjebak dalam lebatnya hutan yang gelap tak tertembus cahaya pantulan dari bulan membuat kaki-kaki ini melangkah lebih cepat, maka setelah mata dan tubuh terbiasa melihat gelap dan merasakan dingin, perjalanan dilanjutkan dengan cepat hingga akhirnya tiba di Surya Kencana pada pukul 20.00.


Pendirian Tenda di Antara 2 Puncak dan Ladang Edelweis
Alun-alun Surya Kencana adalah dataran seluas 50 Ha di ketinggian 2750 Mdpl. Saat malam menjelang, pemandangan langit di Surya Kencana sangat mengagumkan, langit bertabur bintang yang sangat banyak dan terasa sangat dekat dengan genggaman kita. It’s so wonderful! Really,. 



Sedangkan pada siang hari, tempat ini merupakan surga untuk menikmati indahnya hamparan bunga edelweis. Sepanjang jalan di antara Puncak Gede dan Puncak Gemuruh, pohon edelweis yang sangat banyak berhias rapih di lembah Surya Kencana ini. Sungguh, kita tidak akan menyesal telah sampai disini dan menjadi kenangan tersendiri bagi tiap pendaki. Dan di tempat inilah tenda didirikan untuk bermalam.


Makam buatan

Sunrise di pagi hari diiringi dengan angin dingin. Setelah sarapan, kita bisa meninggalkan tenda untuk naik ke Puncak Gemuruh. Di puncak ini terdapat lorong bawah tanah (bunker) peninggalan Jepang (dalam keadaan terkunci). Selain itu, di sini juga terdapat makam buatan dan labirin yang disekeliling pintu masuknya oleh penduduk ditaruh telur-telur dan dipakai sebagai tempat menunggu wangsit. Menurut cerita, ada kepercayaan masyarakat yaitu mengakui keberadaan roh eyang Surya Kencana dan Prabu Siliwangi di Gunung Gede untuk mencegah gunung meletus. Ada keyakinan bahwa Gunung Gede adalah tempat tinggal eyang Sinto Gendeng saat mendidik muridnya yang bernama Wiro Sableng. Pada saat tertentu, banyak orang masuk ke goa-goa sekitar Gunung Gede untuk semedi/ bertapa dan melakukan ritual lainnya.


Jembatan Setan
Setelah 2 malam tidur di Surya Kencana, kita berjalan pulang dengan rute berbeda yaitu melewati Puncak Gede yang menyajikan pemandangan kawahnya yang spektakuler. Di puncak ini terdapat tiga kawah yang masih aktif dalam satu kompleks yaitu kawah Lanang, Ratu dan Wadon. Hamparan kota Cianjur, Sukabumi dan Bogor juga terlihat dari sini. Setelah puas memandang dari atas, kita berjalan menuju Kandang Badak dan Kandang Batu. Kedua tempat yang berada di ketinggian 2220 Mdpl ini juga merupakan tempat berkemah bagi para pendaki. Dalam perjalanan, mungkin kita akan melewati “tanjakan setan” yaitu jalur pendakian berupa tebing yang bila ingin melewatinya harus berhati-hati, untuk itulah dipasang tali-temali di area ini untuk membantu kita mendaki ataupun turun. Melaju lagi, terdapat sumber air panas dan air terjun Cibeureum. Terakhir adalah Telaga Biru berukuran 5 Ha yang ada di dekat pintu masuk Cibodas.

Air Terjun Mini
Sepanjang perjalanan ini, Gunung Gede dan sekitarnya menyajikan pemandangan yang menentramkan hati. Kekayaan alamnya yang unik dan khas menjadikan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGPP) ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977. Tercatat pada tahun 1819, pendaki pertama Gunung Gede adalah C.G.C. Reinwardt, disusul kemudian oleh peneliti lain seperti C.G.G.J. van Steenis (1920-1952) yang membuat koleksi tumbuhan sebagai dasar penyusunan buku The Mountain Flora of Java terbitan tahun 1972. Pada beberapa literatur, tempat ini dianggap memiliki keanekaragaman yang terdiri dari ekosistem sub-montana, montana, sub-alpin, danau, rawa, dan savana. Ekosistem sub-montana dicirikan oleh banyaknya pohon-pohon yang besar dan tinggi seperti jamuju (Dacrycarpus imbricatus), dan puspa (Schima walliichii). Sedangkan ekosistem sub-alphin dicirikan oleh adanya dataran yang ditumbuhi rumput Isachne pangerangensis, bunga eidelweis (Anaphalis javanica), violet (Viola pilosa), dan cantigi (Vaccinium varingiaefolium).
Berjalan di Cibodas
Selain selimut hutannya yang mengagumkan, TNGPP terkenal kaya akan berbagai jenis burung. Sebanyak 251 jenis burung dari total 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa ada di TNGPP. Beberapa jenis diantaranya burung langka yaitu elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan burung hantu (Otus angelinae). Sedangkan untuk satwanya, terdapat owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata comata), lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), macan tutul (Panthera pardus melas), landak Jawa (Hystrix brachyura brachyura), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), dan musang tenggorokan kuning (Martes flavigula), namun saat ini satwa-satwa tersebut sudah menjadi langka, kita mungkin hanya akan bertemu dengan satwa primata yaitu lutung yang melompat-lompat diantara pepohonan.

Di Puncak Gede
Untuk dapat menikmati panorama keindahan gunung ini dengan optimal, rencanakan rute perjalanan yang hendak dituju dan konsultasikan dengan pemandu untuk menghindari lokasi yang terkena longsor dan berbahaya. Jangan lupa untuk membawa kembali sampah-sampah bekas pakai dan tidak mencemari lingkungan dengan bahan-bahan kimia. Mari cintai gunung kita dan selamat bersenang-senang !


Untuk dikenang bagi penulis:
2 Hari Bermalan di Tenda :)
Aku menyadari bahwa ego dan kesombangan tidak ada artinya di dunia ini. Seorang seniorku pernah berkata, “Sifat seseorang bisa terlihat saat mendaki gunung” dan aku merasakannya. Sebelum mendaki ada perasaan khawatir tidak akan sampai puncak. Ada juga kegelisahan ketika tubuh merasa capek, sakit karena cedera ataupun kedinginan. Beberapa kali aku merasakan pengalaman yang tidak biasa dan hanya terjadi saat mendaki gunung, mulai dari tenang, sangat bersemangat, hingga sangat panik dan tidak bisa berkata-kata. Tapi satu yang pasti, saat kita punya tekad yang kuat, kita pasti bisa mencapai tujuan. Dan dalam kerinduan, tersenyumlah.

AMAZING GEDE
Salam hangat,
true.ewi@gmail.com

Senin, 21 Maret 2011

PERSIAPAN NAIK GUNUNG

(Februari 2011)
Bersenang-senang di Gunung, part 2

Perjalanan mendaki gunung, butuh persiapan
Petualangan mendaki gunung adalah suatu hal yang menegangkan sekaligus sangat menyenangkan. Panorama indahnya pemandangan gunung, kawah, danau/sungai, gumpalan awan, hingga letusan kecil dengan uap belerang menjadi sensasi tersendiri bagi para pendaki gunung. Cucuran keringat, teriknya mentari, lelahnya kaki, hingga dinginnya angin berhembus tak memupuskan semangat untuk mengalahkan diri sendiri dan menggapai kemenangan sejati. 
Menikmati alam
Apakah sebenarnya makna dari setiap pendakian yang kita lakukan? Mari biarkan hati masing-masing yang menjawab pertanyaan itu. Namun satu hal yang pasti, saat kita hendak mendaki gunung, jangan lupa untuk melakukan persiapan mental, fisik dan barang bawaan. Apa saja yang termasuk barang bawaan?




One Day Pack
Bila kita mendaki gunung yang secara terencana tidak akan bermalam di atas, maka yang perlu dibawa cukup backpack berisikan keperluan sederhana, seperti makanan, air minum, obat-obatan/P3K, jaket, jas hujan dan senter bila perlu. Space kosong dalam tas bisa diisi lagi dengan kamera dan peralatan pribadi lainnya.

Camping
Pendaki dengan barang bawaan lengkap
Saat rencana keseluruhan pendakian memakan waktu lebih dari satu hari, maka perlu diperhitungkan barang-barang yang perlu dibawa. Bila berat membawa sendiri, kita bisa menyewa porter untuk membawakan barang-barang kita mendaki gunung, harga sewanya bervariasi, bisa 80rb ke atas/hari.
  1. Keperluan menginap
  • Tenda. Ada berbagai macam jenis dan ukuran tenda, beratnya beragam mulai dari 3,5 kg hingga melebihi 10 kg tergantung kapasitasnya. Gunakan tenda yang sesuai dengan perjalanan kita.
  • Flying sheet. Adalah perangkat untuk berteduh yang bisa digunakan berdampingan dengan penggunaan tenda. 
    Bermacam tenda didirikan di lembah
  • Matras. Adalah alas tidur yang mencegah agar kita tidak bersinggungan langsung dengan dinginnya tanah (termasuk saat di dalam tenda). Jenisnya bermacam-macam, ada yang gulungan dan ada yang seperti lembaran.
  • Sleeping bag. Adalah kantung tidur individu. Jenis dan ukurannya beragam tergantung spesifikasi kualitas yang diincar.
  • Kompor portabel. Digunakan untuk keperluan masak-memasak. Ada yang menggunakan sumber minyak spirtus, parafin, gas dan lain-lain. Dilengkapi dengan nesting dan beberapa alat memasak lainnya. Bawalah bahan makanan yang cukup dengan kebutuhan.
  • Carrier. Digunakan untuk menampung semua barang keperluan yang akan dibawa. Biasanya ditambahkan dengan penggunaan lapisan kantong plastik di bagian dalam dan penggunaan cover bag di bagian luar.
  1. Keperluan individu
    Dengan sarung tangan, jaket, dan masker
  • Baju ganti, jaket, kaos kaki, sarung tangan, masker/syal, topi, kacamata hitam, jas hujan, sepatu gunung (trekking shoes), sendal jepit, dll yang penggunaannya tergantung medan.
  • Air minum sesuai dengan kebutuhan. Beberapa tas ada yang menerapkan backpackhydro flask compartment untuk memudahkan pendaki minum saat perjalanan. Hal yang harus diingat adalah menjaga agar kita tidak dehidrasi saat mendaki gunung. Beberapa trip pendakian besar mengharuskan kita minum 4,5 liter dalam sehari.
    Aksesoris tambahan :)

  • Makanan. Bawalah makanan ringan di tas masing-masing untuk menambah tenaga sewaktu-waktu saat dibutuhkan. Cokelat adalah contoh makanan penghangat yang cocok untuk dibawa (bagi yang suka).
  • Senter, kompas, tali temali, pisau dan beberapa peralatan lainnya sesuai dengan medan, karena tiap gunung mempuyai kontur yang berbeda. Ada yang perlu mendaki tebing, ada yang berpasir, ada juga yang hutan lebat.

  1. Keperluan Bersama
    Kebutuhan akan P3K adalah keperluan bersama. Berikut adalah beberapa bawaan yang perlu dipersiapkan:
  • Sampai di puncak, butuh perjuangan
    Asam Mefenamat/ Mefenamat acid, merupakan obat pereda nyeri untuk berbagai keadaaan yang digolongkan sebagai NSAID (Non Steroidal Antiinflammatory Drugs). Sesuai namanya, berfungsi untuk mencegah/menangani inflamasi (peradangan). Penggunaan dosis Asam Mefenamat 500 mg tergantung umur penderita. Bila asam mefenamat tertinggal atau tidak tersedia, segera cari obat lain yang mengandung paracetamol. Paracetamol (INN atau Acetaminophen USAN) digunakan untuk mengatasi demam dan nyeri. Dosis pemakaiannya juga tergantung umur penderita, 3-4 x 500 mg perhari pada orang dewasa. Hati-hati pada pemakaian berlebih.
  • Betadine dan tensoplast. Bisa dilengkapi dengan perban dan kail pengikatnya berikut kassa.
  • Minyak-minyakan seperti minyak kayu putih untuk keperluan menghangatkan badan. Untuk berjaga-jaga, bisa juga membawa minyak tawon.
  • Vitamin C. Pemakaiannya tergantung keperluan, terutama untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Bisa dihisap sembari melakukan perjalanan.
Berikut adalah tips pertolongan pertama bagi pendaki gunung yang terkilir (pada kaki) *2x24 jam:
  1. RICE (Rest, Ice, Compress, Elevate):
      1. Rest. Bila bagian badan terkilir (khususnya kaki), istirahatkan dulu sejenak. Kaki yang terkilir jangan digunakan untuk beraktivitas atau menahan beban tubuh hingga 48 jam, kemudian sambil beristirahat, posisikan kaki sebagaimana mestinya (tegak lurus) dan raba bagian mana yang sakit. Disarankan untuk tidak langsung mengurut bagian yang sakit karena bisa menambah robekan jaringan di bawah kulit.
      2. Ice. Beri Es batu selama 20 menit 3 kali sehari. Terkilir biasanya berkaitan dengan tendon dan ligamen. Teregang melebihi batas normal (strain) atau mungkin putus dan robek jaringan ikatnya (sprain) akibat terpeleset dan gerakan yang salah membuat pembuluh darah dalam otot dan jaringan tersebut robek, isi dari pembuluh darah otomatis terpencar keluar. Kemudian terjadi dilatasi (pembesaran pembuluh darah) sehingga daerah yang cedera membengkak. Untuk mengatasi dilatasi dan mengecilkan pembuluh darah kembali, maka dibutuhkan es.
      3. Compress. Kompres bagian yang bengkak dengan es batu dan ikat bagian yang terkilir. Kompres dalam arti lain adalah memberikan penekanan pada bagian yang terkilir dengan menggunakan es tersebut. Bila ingin menggunakan perban: ambil perban, lingkari pada pergelangan kaki, teruskan ke bawah (telapak kaki), kemudian ke atas lagi, bentuk seperti menyilang, kembalikan ke pergelangan kaki, kencangkan, ulangi beberapa kali. Ingat, telapak kaki harus tegak lurus dengan kaki.
      4. Elevate. Kemudian posisikan kaki lebih tinggi dari posisi kepala dan perut agar aliran darah tidak tersumbat dan menambah pembengkakan di kaki.
  2. Bila terjadi pembengkakan, oleskan thrombophob gel.


    Saling memperhatikan bila ada yang tertinggal dan terluka
  3. Gunakan potongan kayu untuk membantu berjalan dan selalu berdampingan dengan teman untuk berjaga-jaga dan memapah. Hati-hati dengan kontur tanah yang miring (naik ataupun turun) dan tidak rata. Jangan memaksakan diri agar tidak terjadi hematom (pada darah) dan dislokasi (pada tulang).
  4. Beri asam mefenamat atau paracetamol (diminum sesuai dosis) untuk mengurangi rasa nyeri dan inflamasi (peradangan).

Berikut adalah tips pertolongan lanjutan bagi pendaki gunung yang terkilir (pada kaki) *setelah 2x24 jam berdasarkan pengalaman pribadi :
  1. Pastikan bahwa tidak terjadi dislokasi (pergeseran posisi berkaitan dengan tulang). Pada beberapa keadaan disarankan untuk rontgen demi mendapatkan kepastian.
  2. Untuk urusan urut-mengurut, aku sempat melakukannya 2 kali dengan teknik: Usapkan minyak tawon atau jahe yang sudah diparut terutama ke bagian yang sakit sambil diurut/pijat perlahan *disarankan yang mengurut adalah ahli urut, biasanya ada tukang urut yang bilang kalau tulangnya bergeser, padahal tidak. Setelah urut, tempelkan kassa yang dituang minyak tawon atau tempelkan parutan jahe terutama bagian yang sakit lalu bungkus dengan kain perban. Ingat, telapak kaki harus tegak lurus dengan kaki. Tapi bila di compare dengan pengobatan modern agak berlawanan karena penggunaan minyak tawon/jahe menimbulkan sifat panas dan penggunaannya dengan diurut mungkin malah akan membuat pembuluh darah menjadi dilatasi kembali. Jadi bila tidak diurut, aku menyarankan untuk tetap menggunakan usapan thrombophob gel pada bagian yang masih bengkak. Posisikan kaki lebih tinggi dari posisi kepala dan perut.
  3. Obat yang mungkin diberikan oleh dokter adalah nutriflam (untuk inflamasi pada semua kondisi pembedahan dan infeksi) dan ketesse 25mg (untuk nyeri musculoskeletal akut).
  4. Gunakan tongkat untuk membantu berjalan. Jangan memaksakan diri agar tidak terjadi perlukaan lagi.
  5. Aku tidak menyarankan pemakaian koyo karena panasnya koyo bisa menyebabkan dilatasi, selain itu juga bisa terjadi reaksi alergi terhadap salisilat. Akibatnya bisa timbul dermatitis kontak dengan gejala berupa pruritis.


Stamina yang bagus diperlukan untuk mendaki
Selain terkilir, masalah kesehatan lainnya adalah AMS, hipotermi dan Keracunan belerang. Ketiganya berbahaya dan berakibat fatal.
  • Acute Mountain Sickness (AMS) terjadi karena adanya kelangkaan asupan oksigen yang masuk ke otak. Siapapun dapat terserang AMS secara tiba-tiba. Yang perlu diketahui dari AMS adalah ciri pendakinya mengeluh sakit kepala dan kekurangan nafsu makan. Bila pendaki tersebut muntah, maka ia diharuskan turun gunung secepatnya dan mendapatkan pertolongan dokter/perawat. Pada beberapa kasus di pegunungan tinggi, penderita AMS dibawa turun gunung dengan cara ditandu hingga sampai di tempat pengobatan (Rumah Sakit/Puskesmas). Untuk mencegah AMS, pendaki pada umumnya diharuskan beraklimatisasi atau penyesuaian diri seiring dengan semakin menipisnya oksigen mulai dari ketinggian 2700 Mdpl. Aklimatisasi hanya berupa jalan santai selama beberapa waktu di satu tempat pada tiap ketinggian tertentu. Selain aklimatisasi, pendaki juga disarankan untuk meminum air putih minimal 4,5 liter perhari agar tidak terkena AMS.


    Tenda pada ketinggian 2500mpl, dingin
  • Untuk hipotermi (kedinginan) terutama pada ketinggian di atas 3.000 Mdpl jangan dianggap sepele. Segera hangatkan badan dengan jaket, makanan dan minuman. Bila belum berhasil, lakukan teknik skin to skin agar suhu tubuh kembali meningkat. Jangan biarkan kulit bersinggungan langsung dengan suhu dingin membekukan (seperti di freezer) ataupun salju karena bisa membekukan darah. Pada beberapa kasus, pendaki dengan bagian tubuh yang darahnya membeku, harus turun gunung dan dilakukan amputasi.
  • Asam belerang merupakan salah satu zat asam keras. Untuk menghindari keracunan belerang, jelas kita harus menghindari sumber belerang. Gunakan masker/syal saat melewati daerah tersebut. Jangan berada dalam radius asap belerang. Batasi 20 menit maksimal bila terpaksa berada dekat dengan daerah belerang, bahkan kalau bisa jangan dekat-dekat sama sekali. Pendaki yang keracunan belerang pada umumnya kejang (pada paparan oral/ mulut dan pernafasan), rasa sakit dan terbakar pada selaput lendir mulut, kerongkongan, lambung dan terjadi pembengkakan selaput hingga menyumbat jalan nafas. Pertolongan pertama adalah membersihkan daerah yang terpapar belerang (mulut, hidung dsb), jauhkan dari belerang, minumkan air putih 0,5 liter atau susu untuk melemahkan daya racun.

Terima Kasih Teman2!
Meski ada hal-hal berbahaya, namun jika kita waspada, perjalanan naik gunung tidak perlu ditakutkan bahkan sangat bisa untuk dinikmati. Rencanakan rute perjalanan yang hendak dituju dan konsultasikan dengan pemandu untuk menghindari lokasi yang terkena longsor dan berbahaya. Jangan lupa untuk membawa kembali sampah-sampah bekas pakai dan tidak mencemari lingkungan dengan bahan-bahan kimia. Mari cintai gunung kita dan selamat bersenang-senang !




Untuk dikenang bagi penulis:
Suatu malam ia datang membawa perlengkapan pendakian untuk dipinjamkan kepadaku: carrier, sarung tangan, sleeping bag, celana gunung cepat kering, jaket bahan polar, jaket bahan parasut, dan secara khusus memberikan gelang buatan dari tali temali yang awalnya ia ikat pada sekotak coklat. Ia adalah pendaki gunung baik hati yang suka berbagi kebahagiaan pada orang lain. Aku mendoakanmu Opa (alm), In Memorial, Ramadhan 2009.


NAIK GUNUNG YUKS!
Salam hangat,
true.ewi@gmail.com